SERBA SALAH TERJEBAK DI DUNIA KAPITALIS

Ada sebuah kasus seorang yang takut kepada Allah terjebak di dalam sebuah rumah yang isinya adalah pemabuk dan pezina. tidak jelas prosesnya bagaimana dia bisa terjebak di dalam rumah itu. dia terjebak kira-kira selama 3 hari, tiap hari dia di goda para wanita di rumah itu untuk berzina, kalau tidak diajak mabuk bareng, atau sekedar melihat aktivitas mereka.

sesudah 3 hari dia keluar…Apakah dia masih akan takut pada Allah sesudah keluar dan rasa takutnya kepada Allah tidak berkurang sesudah dia berada di dalam rumah itu dan melihat berbagai kemaksiatan?

kasus ini saya angkat ke beberapa saudara saya, saya menanyakan apakah yang terjadi dengan dia?

ada yang menjawab dia akan tetap menjadi orang yang takut kepada Allah, kecuali rasa takutnya dia kepada Allah menurun.apakah dia tetap bsa dikatakan sebagai orang baik ketika dia tidak tergoda sementara kemaksiatan di rumah itu tetap berjalan?

Jawaban lain pastinya dia sangat tertekan dan stress menghadapi godaan-godaan yang ada, apalagi dia sendirian.tentunya dilema diatas akan terjadi, karena dia harus mempertahankan ketakutannya pada Allah untuk melakukan kemaksiatan dengan usaha yang sangat keras dan sendirian, sebesar apa sih kekuatan ketakutannya kalau setiap hari dia mendapat godaan bermaksiat bertubi-tubi? tentu dia stress…

begitulah saat ini di dunia kapitalis, kitalah orang yang takut kepada Allah itu yang menginginkan diri kita tetap sebagai orang yang takut kepada Allah akan tetapi lingkungan dan sistem yang melingkupi kita tidak kondusif

tiap saat kita akan diuji kesabaran kita, seandainya begitu saja berlepas diri salah. kalau bergerak untuk merubah juga tidak mudah. berapa persen dalam waktu 3 hari yang bisa disadarkan untuk tidak melakukan maksiat lagi, apalagi kemaksiatan sudah semakin parah, dimulai dari titik mana ketika mereka dilarang jangan maka karena aktivitas ini dinilai menyenangkan, kenapa mereka harus berhenti?

sepertinya orang yang terjebak itu tidak akan bisa mencari pilihan aktivitas lain kecuali dia merubah dengan berdakwah. kalau itu sulit secara individu, tentu dia harus mencari teman dan bergerak secara berjama’ah. dan jama’ah ini harus bergerak untuk merubah sistem yang ada. tentu dalam rumah tersebut ada yang jadi pemimpin utama yang membikin aturan, kalau dia berhasil disadarkan, tentu mudah mengarahkan pengikutnya.

Saudaraq…,tentunya kita tidak ingin terjebak pada sebuah kondisi seperti ilustrasi diatas, kalaupun sekarang sudah terlanjur terjebak maka tentunya kita menginginkan keluar tetap sebagai orang sholih yang takut kepada Allah bukan? bagaimana caranya? anda yang memutuskan,semakin bersegera, tentu keluar dari polemik semakin cepat. Semua masalah akan selesai ketika ketakutan kepada Allah tetap menjadi standar. Takut untuk bermaksi’at, takut dimintai pertanggungjawaban oleh Allah karena mendiamkan kondisi yang terjadi. sekarang tinggal diintropeksi apakah ketakutan kita kepada Allah lebih besar ataukah ketakutan kita kepada yang selain Allah yang lebih besar??? 00153 [=Z] AR RAYAH IV The Might of Khilafah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s